Arus Penumpang di Terminal Pulo Gebang Melonjak 10 Persen Selama Libur Sekolah
By Admin

Terminal Pulo Gadung/ Dok. Humas DKI
nusakini.com, Jakarta — Aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, mengalami peningkatan signifikan selama masa libur sekolah tahun ini. Otoritas terminal mencatat pertumbuhan jumlah pengguna jasa hingga 10 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cristianto, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan volume penumpang ini sudah mulai terdeteksi sejak Jumat, 26 Juni lalu. Momen tersebut bertepatan dengan dimulainya masa libur pasca-pembagian laporan hasil belajar siswa (rapor).
"Sejak awal libur sekolah memang terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Sebagian besar masyarakat memanfaatkan libur untuk pulang kampung maupun berlibur ke berbagai daerah," ujar Cristianto saat memberikan keterangan pada Senin, 6 Juli.
Berdasarkan data resmi dari pihak pengelola, grafik pergerakan penumpang fluktuatif namun tetap tinggi sepanjang akhir pekan kemarin. Pada Jumat, 3 Juli, tercatat sebanyak 3.584 pergerakan penumpang keberangkatan yang diangkut oleh 451 armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Di hari yang sama, terminal kedatangan menerima 2.182 penumpang dengan total 400 armada.
Selanjutnya, pada Sabtu, 4 Juli, aktivitas keberangkatan melayani 2.875 orang menggunakan 421 bus, sementara angka kedatangan menyentuh 2.024 orang dengan 403 bus. Arus penumpang kembali merangkak naik pada Minggu, 5 Juli, di mana tercatat ada 3.010 penumpang yang berangkat menggunakan 439 armada, serta 2.364 penumpang tiba melalui 428 bus.
Adapun pada Senin, 6 Juli, hingga pukul 07.00 WIB, pihak terminal mencatat kedatangan dini hari yang cukup padat, yakni sebesar 1.417 penumpang dengan 238 bus. Sementara untuk sektor keberangkatan di pagi buta tersebut baru mendata 18 penumpang menggunakan tiga unit armada.
Pihak manajemen terminal memprediksi angka-angka tersebut masih akan terus bergerak dinamis dan bertambah hingga malam hari seiring dengan preferensi waktu perjalanan masyarakat yang bervariasi. (*)